Selasa, 02 Juli 2013

Layang-layang yang Malang


Di tanah lapang yang luas. Di tempat sebuah harapan terbentang. Sebuah layang-layang kecil, disini akan diterbangkan, disini akan dibebaskan, telah diperbolehkan ia meraih mimpinya.
Terbang tinggi menggapai langit. Meskipun layang-layang kecil ini sudah dibebaskan, tapi tak rela ia dibiarkan sendiri, diikatnya dia bersama benang. Benang menggenggamnya kuat.
Meskipun si layang-layang terbang tinggi ke langit, tapi benang tak ingin si layang-layang melupakan daratan. Layang-layang terbang. Terlalu percaya diri ia melambung tinggi. Si benang berkata "jangan terlalu tinggi, hanya sebatas ini aku bisa menjagamu". Tapi layang-layang tak peduli. Dan terbang semakin tinggi. Si benang akhirnya mengalah. Tapi tetap menjaga dan menggenggamnya. Tapi layang-layang semakin tinggi, hingga ia bertemu dengan angin. Si layang-layang menari bersama angin, ia bahagia, ia ceria, si angin mengajaknya lebih tinggi. Dan layang-layang mau lebih tinggi lagi. Benang berkata "jangan, angin tak sebaik kenyataannya, kembali bersamaku ke daratan". Layang-layang tak peduli. Akhirnya ia trus terbang tinggi. Hingga batas ketika benang tak mampu menggenggamnya lagi, angin membawanya semakin kencang, mencabik dan menerjang layang-layang, benang tak kuat menahanya. Hingga akhirnya layang-layang terputus, lalu jatuh karna tak bisa terbang lagi. Layang-layang yang malang.


Layang-layang berkata "benang, kenapa kau melepaskanku? Kenapa kau tak menjagaku?".
Benang menjawab "aku sudah menjagamu semampuku, tapi kau tak menghiraukanku. Hidupmu adalah keputusanmu, dan itu keputusanmu".

Layang-layang: kita.
Benang: orang tua kita.
Angin: orang-orang disekitar kita.

Ketika kita jauh dengan orang tua kita. Jangan sampai kita menyesal, terkadang orang-orang disekitar kita yang kita anggap baik, ternyata mereka yang menyakiti kita.
#terinspirasi ketika melihat layang-layang tersangkut dipohon.

2 komentar:

  1. Bikin novel ajee keren dek, bener :)
    kata-katamu itu mengalun indah.. :D

    ntar aku juga bikin layang-layang yang surabaya,hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak mas nov. wkwkwk, kenapa gak layang-layang bondowoso aja mas? :p

      Hapus

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar. Terimakasih atas saran dan kritik anda.