Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Sunday, August 11, 2013

Masa Kecil Tak Terlupakan

-Masa Kecil Tak Terlupakan-
Nira Prakasita, 2010


Matahari baru saja terbangun dari tidur malam yang panjang, langit telah membiru dihiasi asap putih tebal yang keluar dari cerobong asap pabrik milik perkebunan. Sebuah nuansa yang aman, damai dan tentram ini selalu menghiasi perkebunan songgon tercinta, sebuah tanah kelahiran abadi bagiku, terletak di kaki gunung raung membiru, yang menyimpan sejuta pesona.

Pagar Makan Tanaman

-Pagar Makan Tanaman-
Nira Prakasita, 2009.


Di kalangan pecinta bunga, anthurium adalah raja dari seribu bunga. Para pecinta bunga rela merogoh dompet untuk mendapatkan bunga itu, bahkan Pak Wirya seorang petani dari desa pun sampai rela menjual sepeda motor kesayangannya.
Akhirnya, dengan uang hasil penjualan sepeda motor itu, didapatlah bunga anthurium itu. Betapa bangganya Pak Wirya, karena di desanya hanya dia yang mempunyai bunga itu.

Thursday, May 31, 2012

Rumah Kosong (Cerpen)

Cerpen : Rumah Kosong
Karya : Nira Prakasita

Malam yang dingin, langit cerah penuh bintang. Planet Jupiter di timur laut tampak angkuh memamerkan sinarnya pada rembulan di barat daya. Malam itu Betha bersama keluarganya pergi ke rumah Pak Sujono, teman ibu Betha, untuk mengambil foto keluarga. Semuanya begitu sibuk mengangkat foto keluarga yang besar itu untuk diletakkan di atas mobil. Sedangkan Betha hanya duduk termenung memandang rumah kosong di depan rumah Pak Sujono. Rumahnya gelap sekali, halamannya juga luas, pagar tembok tinggi dengan gerbang yang sudah berkarat, juga bnyak rumput disekitar gerbang, ya rumah itu terkesan angker, apalagi bulan berada tepat diatas rumah itu. Betha tak henti-hentinya menatap rumah kosong di seberang jalan itu.